Saturday, December 14, 2013

Pelajaran Penting dari Cedera

Bismillah.
Tak terasa sudah hampir sepekan saya menepi dari aktivitas latihan fisik berhubung ankle saya masih cedera. Mungkin karena salah dalam melakukan gerakan dalam latihan fisik hari senin yang lalu sampai sekarang saya masih ragu untuk melanjutkan program latihan saya, takutnya kalau dipaksakan cederanya malah bertambah parah dan makin menambah panjang jadwal istirahat saya. 

Memang tidak salah peringatan yang dikedepankan oleh developer aplikasi latihan yang saya jalani sekarang, mereka menasehatkan agar sebelum memulai aktifitas latihan hendaknya kita mempelajari gerakan yang akan kita latih dengan seksama. Kadang detail dari gerakan yang kita anggap sepele bisa menyebabkan cedera pada bagian tubuh kita saat latihan. Hal yang sama berlaku dari orang yang latihan beladiri hanya bermodal menonton video instruksional, karena tidak ada pelatih yang langsung mengawasi proses latihan, kesalahan-kesalahan kecil dalam detail yang terus menerus kita ulang sehingga menjadi reflek kita bisa berakibat fatal ketika diaplikasikan dalam pertarungan jalanan. Contohnya ketika mengeksekusi americana shoulder lock dari posisi mount, bagian lengan lawan yang hendaknya kita pegang adalah pada posisi pergelangannya. Ini dimaksudkan untuk menghambat mobilitas lawan yang mencoba untuk berontak melepaskan diri, tapi ketika pegangan kita bergeser beberapa inchi saja, apakah bergesernya ke arah atas sehingga yang kita pegang adalah telapak tangannya atau bergesernya beberapa inchi ke bawah sehingga kita memegang lengan atasnya, kedua posisi yang salah ini bisa memberi dampak yang besar dalam pertarungan. Apakah kita harus mengeluarkan tenaga ekstra karena harus bekerja keras menahan tangan lawan atau lawan menjadi lebih mudah untuk melepaskan diri hanya karena posisi tangan kita yang bergeser beberapa inchi dari tempat yang seharusnya.. Ingat hanya be-be-ra-pa inchi, bisa memberi dampak yang besar dalam pertarungan.

Oleh karena itu, saya menasehatkan kepada diri saya pribadi dan kepada sidang pembaca seluruhnya, dalam bidang apapun yang anda jalani anda perlu memiliki pelatih, guru, mentor yang berkompeten yang bisa mengoreksi kesalahan-kesalahan yang anda lakukan. Baik dalam bidang beladiri, fitness, bisnis, apalagi dalam masalah agama anda perlu bimbingan guru yang berkualitas untuk melejitkan kemampuan dan keahlian anda..

Mudah-mudahan bermanfaat..

Friday, December 6, 2013

Pelajaran Beladiri dari Nyamuk

Cara dahsyat membunuh nyamuk..

Mungkin hampir setiap dari kita sangat terusik dengan keberadaan binatang kecil bernama nyamuk, jangankan gigitannya, suara desingannya ketika hilir mudik di dekat telinga kita saja kadang dirasa sangat mengganggu. Mungkin karena banyaknya yang sebel dengan binatang ini maka beberapa perusahaan memanfaatkannya dengan membuat berbagai macam alat untuk membunuh atau sekedar mengusir nyamuk. Mulai dari obat anti nyamuk bakar, hingga yang sekarang naik daun adalah raket nyamuk listrik (yang kadang penggunaannya menjadi pertanyaan di benak sebagian orang: halal atau haram? Karena kadang membunuh nyamuk dengan raket listrik ini menyebabkan nyamuk sampai terbakar, yang notabene membunuh atau menyiksa dengan cara membakar adalah perkara yang diharamkan dalam syariat kita. Tetapi setelah menanyakan kepada beberapa orang ustadz, mereka menjawab bahwa membunuh nyamuk dengan menggunakan raket listrik adalah perkara yang dibolehkan, karena hal tersebut tidak digolongkan kedalam perbuatan membakar, dan salah seorang ustadz kami menyarankan bahwa ketika memukul nyamuk dengan raket listrik, jangan sampai mendiamkan nyamuknya di raket sampai terbakar. Wallohu a'lam). Dan inilah mungkin salah satu hikmah diciptakannya nyamuk oleh Alloh, yaitu terbukanya lapangan kerja yang sangat luaaaaas. Betapa banyak karyawan yang bekerja di perusahaan obat anti nyamuk, perusahaan pembuat raket nyamuk, minyak telon anti nyamuk dsb yang bisa menghidupi keluarganya lewat perantaraan gaji yang mereka dapatkan dari perusahaan tersebut. Sungguh besar hikmah Alloh pada setiap perbuatan-Nya..

Pada malam ini kami coba menulis satu hubungan antara trik membunuh nyamuk dengan salah satu teknik membela diri. Coba kita coba memukul nyamuk yang baru saja hinggap di badan kita, kira-kira berapa persen tingkat keberhasilannya? Sekarang bandingkan dengan nyamuk yang kita biarkan sejenak, kita tunggu sampai dia menancapkan alat pengisapnya di kulit kita. Begitu dia sudah mulai mengisap (sekejap saja, jangan kelamaan), lalu kita pukul. Coba bandingkan tingkat keberhasilannya dengan kasus pertama tadi. Menurut pengalaman saya, tingkat keberhasilan trik kedua lebih besar dari kasus pertama (memukul nyamuk yang belum menghisap darah kita). 

Dari contoh diatas kita bisa mengambil kesimpulan tentang pentingnya counter attack, menyerang balik ketika lawan sementara sedang menyerang. Yang sering sparring pasti pernah merasakan hal ini ketika melawan orang yang cukup ahli. Ketika dia dalam posisi bertahan, kita pasti akan sulit memasukkan serangan kita, entah dia hindari atau dia block, tangkis. Beda halnya ketika dia sedang menyerang dan kita balas serangannya ketika dia lagi keasyikan menyerang, pasti dia akan sulit mengantisipasi serangan balasan yang kita lancarkan. Contoh ketika lawan memukul kita dengan pukulan jab, kita mengelak sedikit (slip) ke sisi luar tubuhnya sambil melancarkan jab ke tubuhnya lalu disusul dengan pukulan overhand. Contoh lain ketika lawan melancarkan pukulan swing (pukulan yang mungkin 80% dipakai oleh preman dalam perkelahian), kita menunduk untuk menghindari pukulan tersebut sambil melakukan double leg takedown. Dan banyak lagi contoh kasus yang mungkin lebih mudah dipahami jika dilakukan dalam latihan..

Mudah-mudahan bermanfaat..

Monday, November 25, 2013

"Toloooong!!!"

Bismillahirrohmanirrohim..

Siang tadi, setelah melaksanakan sholat zhuhur di mushollah salah satu instansi pemerintahan. Saya mendengar seorang pegawai memberi "kuliah" kepada rekannya tentang ciri-ciri atasan dan pemimpin yang baik. Dia mengatakan bahwa bahwa diantara ciri pemimpin yang baik adalah menghargai bawahannya, tidak segan menggunakan kata "tolong" ketika menyuruh bawahannya. Mendapat kata "minta tolong" sebelum disuruh -kata pegawai itu- lebih dia senangi ketimbang di beri uang tapi disuruh dengan cara kurang sopan.

Kata "tolong" meskipun ringkas dan kelihatan sepele tapi ternyata memberikan pengaruh yang besar terhadap kejiwaan orang yang kita suruh atau kita perintah.
Saya beri satu contoh ya, misalnya kita sedang berjalan-jalan di dekat gang yang agak sunyi dan tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menyeru kepada kita: Hei kamu, segera kesini!! Hadapi orang ini!! (Ceritanya bapak ini sedang digebuki oleh seorang preman).. Apa tindakan kita? Ya mungkin saja kita segera menolong karena kasihan, tapi mungkin juga tidak (ini bagi orang yang kurang perasaan iba dan kasih sayang dalam hatinya).. Bandingkan jika sang bapak yang digebuki tadi berteriak: "Toloooong!!" Kemungkinan besar kita sebagai senimanbeladiri akan segera bertindak menyelamatkan bapak tadi, atau paling tidak meminta bantuan lain untuk menolong bapak tersebut.
Dengan menggunakan kata "tolong" sebelum memberi perintah, orang yang kita mintai tolong akan merasa lebih dihargai dan dihormati sehingga dia pun akan melaksanakan apa yang kita perintahkan dengan perasaan lapang dan senang. Jadi, walaupun sepele jangan anggap remeh penggunaan kata yang satu ini..

Kalau artikel ini dirasa bermanfaat tolong di-share ya.. Hehe

Saturday, November 23, 2013

Beladiri dan Mata Sang Buah Hati

Tidak perlu mengadakan sensus dan tidak perlu mengundang lembaga survei, mungkin lebih dari  70% senimanbeladiri yang ada di planet bumi jika ditanya: Apa tujuannya belajar beladiri? Maka mereka akan menjawab, bahwa diantara tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi keluarganya..
Lalu kira-kira apa yang terbayang di benak anda, jika ada orang berlatih beladiri tapi malah membahayakan kesehatan anaknya, bahkan bisa membutakan mata anaknya sehingga menyebabkannya cacat seumur hidup dan tidak bisa lagi menikmati keindahan panorama dunia??
Ya, buta gara-gara bapak-nya lalai dalam latihan beladiri..
Kejadian mengerikan itu hampir saja menimpa saya ketika berlatih bersama beberapa teman sekitar sebulan yang lalu. Di akhir sesi latihan grappling di ruang tamu rumahku (saya memang kebanyakan berlatih di ruang tamu berhubung peserta yang aktif latihan jumlahnya bisa dihitung jari) saya mengajak seorang partner latihan saya untuk sparring, menguji pencapaian kami dalam latihan grappling beberapa bulan terakhir ini. Setelah beberapa menit berlalu, tiba-tiba anakku Nabilah (usia 3 tahun) berlari dari arah dalam rumah menuju ke ruang tamu dan menabrak kaki kawan saya. Nabilah lalu terjatuh ke depan sehingga menabrak sudut meja yang agak tajam. Sparring langsung saya hentikan, saya segera mengambil Nabilah yang meraung-raung kesakitan sambil memegang matanya. Segera saya panggil keluarga yang berprofesi sebagai perawat untuk melihat mata buah hatiku. Karena, tangisannya semakin menjadi-jadi saya lalu mengangkat anak seberat sekitar 20 kilo tersebut ke kamar mama-ku untuk diperiksa lebih lanjut (Alhamdulillah karna mama saya juga orang kesehatan). Setelah diperiksa beberapa saat barulah perasaan seperti kejatuhan atap tersebut hilang dari dada saya, Alhamdulillah tidak terjadi apa2 pada mata Nabilah sang anak yang lucu -sebagaimana dia pernah mendefinisikan tentang dirinya-. Setelah itu barulah saya kembali menemui teman-teman yang masih menunggu dengan cemas di tempat latihan.

Cukuplah kejadian yang mendebarkan ini menjadi pelajaran bagi saya untuk berhati-hati ketika latihan beladiri, bukan hanya teman latihan, orang di sekitar tempat latihanpun bisa terkena dampaknya jika kita sembrono dalam latihan. Usahakan daerah latihan kita steril dari anak-anak atau siapapun yang bisa terkena bahaya. Atau kalaupun tidak bisa dihindarkan (kebetulan anak saya Nabilah-pun memang sering ikut latihan bersama kami) maka hendaknya anak tersebut di jaga, di beri perhatian ekstra ketika kita melakukan gerakan yang berat untuk di kontrol contohnya ketika sparring (seperti kejadian di atas) atau ketika latihan beban yang menggunakan gerakan yang cenderung "liar" seperti ketika melakukan kettlebell swing (mungkin kita tidak bisa membayangkan besarnya kehancuran yang ditimbulkan ketika kita mengayun kettlebell seberat 16 kg dan anak kita tiba-tiba lewat di depan kita).

Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.. Barokallohu fiikum

Monday, December 24, 2012

Pendekar, Penjaga Toilet dan Segepok Uang Recehan

Bismillah.
Assalaamu 'alaikum, sidang pembaca sekalian yg mdh2an senantiasa sehat dan menebar manfaat. Di sore yg sejuk ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman yg saya alami siang tadi, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kawan-kawan sekalian.

Siang tadi, saya berkesempatan untuk jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di jantung kota makassar, bukan sekedar jalan-jalan kosong atau cuci mata (saya heran juga kenapa jalan-jalan di Mall atau supermarket diistilahkan orang dengan cuci mata? Padahal dari pengalaman setiap ke Mall yang ada kita malah mengotori mata dan hati kita dengan memandang banyak perkara yang tidak layak untuk kita pandang) tapi tujuan awal saya untuk mengambil salah satu "senjata" saya yang sudah lama saya "parkir" di pusat perbelanjaan tersebut. Bukan AK-47 atau gurka's kukri, yang saya maksud "senjata" adalah Blackberry saya yang beberapa bulan lalu "diuji" ketahanannya oleh Nabilah (sang buah hati) dengan di celup ke gelas yang berisi air, jadilah Blackberry -hadiah dari adikku arif- tersebut harus berhenti sementara dari "tugas mulianya", menghasilkan uang dan menjadi "senjata" bagiku dalam menebar dakwah dan kebaikan.

Karena ketika sampai disana sudah masuk waktu Zhuhur, maka sebagai muslim sayapun berniat (dan beraksi) untuk ke musholla yang disediakan di Mall tersebut. Sebelum ke musholla saya singgah terlebih dulu ke toilet untuk membuang hajat (agar tidak mengganggu kekhusyuan ketika beribadah kepada Sang Pencipta Alam Semesta).

 Ketika di toilet saya menyodorkan uang 5 ribuan kepada si penjaga toilet, si penjaga toilet enggan menerima sodoran uang tersebut dan malah meminta uang pas, dengan dalih enggak ada uang kembalian, yang ada cuman uang recehan (yang mungkin kebanyakan orang, tidak rela ketika uang besarnya ditukar dengan uang recehan). Tidak berselang beberapa lama sayapun mengambil segepok uang recehan dari si penjaga toilet, dari pada repot kesana kemari yang malah berpotensi mengakibatkan saya telat sholat Zhuhur. Sekitar 2 detik setelah saya menerima segepok recehan tersebut, si penjaga toilet tersebut berkata kepada temannya (yang dari dialognyalah akhirnya saya tergerak untuk kembali memposting artikel di blog ini) yg kurang lebih ucapannya: orang ini baik, dia tidak protes (atau marah) ketika diberi kembalian dengan uang recehan.
Saya tidak menyangka tindakan saya tidak memprotes ketika diberi kembalian dengan uang recehan (yang bagi saya, saya anggap sebagai suatu perkara yang biasa saja) ternyata dianggap sebagai bentuk kebaikan, dianggap sebagai bentuk keramah tamahan oleh si  penjaga toilet.

Oleh karena itu, melalui tulisan saya kali ini, saya mengajak kepada seluruh makhluk yang Alloh gerakkan hatinya untuk membaca tulisan saya sampai paragraf ini -mudah2an Alloh memberkahi kalian- hendaknya kalian senantiasa menyikapi keadaan apapun dalam kehidupan kalian dengan sifat positif, dengan sifat keramah-tamahan (yg notabene ini merupakan ciri orang Indonesia sebagaimana yang dijelaskan oleh guru2 kalian ketika kalian masih mengenakan seragam putih-merah, bahkan ramah-tamah adalah ciri dari umat Islam), hendaknya kalian menyikapi hal apapun yang terjadi dalam keseharian kalian dengan akhlaq yang mulia, sikap yang terbaik, dengan sikap yang kalian harapkan bisa menjadi pemberat timbangan kalian di akhirat kelak, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Alloh Yang Maha Perkasa. Karena sebuah perbuatan kadang bagi kita adalah perkara yang kita anggap biasa-biasa saja, ternyata perbuatan tersebut sangat berkesan di hati orang lain, yang mungkin saja dari kesan yang timbul di hatinya bisa jadi lisannya tergerak untuk mendo'akan kebaikan bagi kita dan keluarga kita. Dari kisah ini hendaknya kita mencerna ulang wejangan dan nasehat dari sebaik-baik manusia yang Alloh ciptakan, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam (yang maknanya): Janganlah kalian menganggap remeh sebuah kebaikan, sekecil apapun, walaupun hanya bertemu dengan saudara kalian dengan wajah yang berseri-seri.

Mudah-mudahan tulisan yang ringkas ini bisa menjadi inspirasi bagi sidang pembaca sekalian.Dan bisa menjadi sebab keberkahan bagi kita, dimana saja kita berada. Amiin






Wednesday, November 7, 2012

Rickson Gracie interview on modern BJJ

Artikel ini kami copy dari blog Matt Thornton founder SBG. Bagaimana pandangan Rickson Gracie tentang MMA modern, silahkan disimak:

As many SBGr’s may know, the ideas of SBG founder Matt Thornton’s first Brazilian Jiu Jitsu coach Rickson Gracie, have played a large role in shaping the philosophy of our organization.
Here are a few links to some recent Rickson interviews:
 
In my opinion, that’s something that downgrades the image of martial arts. It’s something I just don’t believe is a reference for kids….Today, MMA has simply turned into a circus, extreme, violent, and sensationalist, which only attracts people who like barbarianism and all that blood…My philosophy is to bring to Jiu-Jitsu, for those interested in martial arts, a transparent philosophy, one where he can apply it to defend himself. One he can use to teach to his children, so that his son becomes a better person within society, whether he’s a doctor or a fighter with balance, with force, with dignity, and with respect. That’s my life’s motivation. It’s not to make one, two, or five million dollars, to stick my face out there, just to be part of a circus, which doesn’t mean a thing to me…….I think MMA is just a Roman arena today, where people go to see heads roll, blood spill, whatever, and everyone applauds. In fact, you’re creating an environment there where you’re setting a bad example for young people. Because those who think that being an MMA champion, besides the money, means something are totally mistaken. Everybody likes to watch Mike Tyson, but nobody wants to be like Mike Tyson or be his student. Everybody likes to watch Frank Mir or Brock Lesnar, but everyone sees these guys’ weaknesses, while at the same time they think these guys are incredible. So I don’t think that’s what it’s all about. One lacks humility, the other has no respect for others.“     -Rickson Gracie

Saturday, September 1, 2012