Friday, January 9, 2009

Belajar dari anak-anak

Masa kanak-kanak mungkin adalah salah satu fase terindah dalam hidup kita. Bagaimana tidak, anak-anak adalah buah hati dan dambaan setiap orang yang menjalani bahtera kehidupan rumah tangga bersama pasangannya, sehingga jangan heran ketika kasih sayang orang tua kepada anaknya amatlah besar. Apapun yang diminta oleh sang anak pasti akan diusahakan oleh orang tuanya untuk dipenuhi. Jadi, sebagai anak tahu diri dong!! Berbaktilah kepada kedua orang tuamu, agar kalian mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat..

Ngomong-ngomong soal anak, ada satu kegiatan yang mungkin sebagian besar anak pernah mengalaminya, bahkan mungkin sebagian dari mereka menjadikannya sebagai hobi..

Kegiatan apakah itu?? (tanya ‘adi dengan nada imut)

Yup.. bagi anda yang menjawab BERKELAHI, anda benar alias ngak salah gitu lho..

Beragam jurus dan teknik yang dikeluarkan anak dalam rangka membela diri sehingga saya tertarik untuk mengumpulkan dan menuliskannya. Diantaranya:

  1. Gunakan benda-benda “keren” di sekitar kita.

Ini saya ambil dari pengalaman pribadi, ketika ‘adi kecil berhasil “memukul mundur” gerombolan anak yang berniat memukulnya, dengan bantuan beberapa buah batu anak-anak tersebut akhirnya lari tunggang langgang. Walaupun salah seorang ibu dari anak tersebut akhirnya marah karena kepala anaknya berdarah (Ibu Zohra, maaf ya..).

Teknik memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar kita, merupakan pelajaran paling awal yang dibawakan oleh Bas Rutten dalam Video self defensenya. Dalam VCD instruksional tsb Bas rutten merekomendasikan utk menggunakan berbagai benda yang mudah didapatkan diantaranya gelas, botol, merica, dll.

Guru-guru saya di silat Kantobing (Ustadz 'Ali, Dg. Rola, dll) memanfaatkan kayu kecil (seukuran pulpen) untuk digunakan sebagai alat menotok titik kelemahan lawan.

Dan dalam latihan Kuntao, guru saya (Dg. Sitaba) mengajarkan cara menggunakan uang koin, handuk, baju kaos dalam (singlet), t-shirt utk digunakan dalam situasi pembelaan diri.

  1. Gigit.

“Banyak orang yang melupakan salah satu senjata yang bisa kita gunakan dalam keadaan terdesak dalam situasi hidup mati: Gigi!!!...ya gigi untuk menggigit!!!” (Sifu Ery Nugroho)

Teknik yang kedua ini saya saksikan langsung dalam perkelahian salah seorang santri saya di masjid. Yang menarik, karna ternyata anak yang menggunakan taktik ini sebelumnya pernah juga digigit oleh anak yang lain (betul kata sebagian orang : pengalaman adalah guru yang terbaik).

Tentu saja dalam melancarkan teknik ini tidak boleh serampangan, perlu pengetahuan tentang cara menggigit yang benar, bagian tubuh mana yang “pantas” utk digigit, dan kapan waktu yang tepat utk menggigit. Untuk lebih jelasnya tentang teknik ini silahkan pelajari Kino Mutai, sebuah seni beladiri dari Filipina yang mengajarkan tentang teknik gigitan. Dalam Kino Mutai diajarkan bahwa ada 140 titik dalam tubuh manusia yang bisa digigit dalam pembelaan diri (Sumber: JALAN PETARUNG).

Mungkin kedua teknik diatas terkesan tidak jantan dan jauh dari nilai sportifitas, tapi jika saya terjebak dalam situasi pertarungan hidup-mati: Saya akan menggunakannya.

Bagaimana dengan anda??


No comments: