Sunday, December 22, 2013

Bawa Lawan ke Zona-mu!!

Alhamdulillah tadi siang setelah mengantarkan makanan ke rumah kakek saya menyempatkan diri untuk mengikuti latihan bersama sabeum Nasution dan beberapa orang muridnya (mereka praktisi Taekwondo). Menjelang berakhirnya latihan mereka menendang-nendang heavy bag dengan berbagai jenis tendangan putar dengan begitu indahnya. Saya yang selama beberapa tahun belakangan ini mempelajari beladiri yang mengandalkan tinju dan posisi bergumul kagum melihat tendangan mereka. Kalau dipaksa bertarung dengan mereka dan saya diam saja di jarak main mereka mungkin bisa babak belur saya dibuatnya hehehe. Tapi jika mereka masuk di area jarak dekat mungkin keuntungan ada di sisi saya. 

Pelajaran singkat yang bisa saya ambil adalah:
1. Pentingnya menguasai beberapa jarak pertarungan (jarak tendang, pukul, clinch dan ground fighting). Karena tidak selamanya kita bisa memaksakan pertarungan di zona yang kita kuasai. Telah sering berlalu dalam pertandingan tarung bebas internasional, seorang grappler jempolan kesulitan ketika dia tidak bisa membawa pertarungan ke matras karena lawannya memiliki takedown defense yang bagus. Dan juga bagaimana seorang striker, kick boxer ulung menjadi panik dan tidak bisa kelabakan ketika ditindih oleh lawannya ketika terjadi ground fighting.
2. Kalaupun kita tidak bisa menguasai seluruh jarak pertarungan, maka pelajarilah teknik yang bisa memaksa lawan berada di zona-mu. Bagi grappler seperti saya wajib hukumnya mempelajari dan melatih berulang-ulang how to close the distance, cara masuk ke jarak clinch untuk memudahkan membanting lawan. Pelajari teknik-teknik gulat, cara membanting lawan, menjatuhkan lawan. Sedangkan bagi kick boxer mereka juga wajib mempelajari teknik-teknik dari gulat untuk menjegah bantingan lawan, seperti sprawl dll. Disini bisa kita ambil pelajaran tentang pentingnya mempelajari gulat, wrestling, karena dengan ilmu gulat kita bisa memaksa lawan berada dalam zona nyaman kita. Tidak heran jika dari dulu sampai sekarang para pegulat begitu mendominasi dalam berbagai kejuaraan beladiri campuran. Saya punya satu cita-cita yang belum sempat saya raih sampai sekarang, berlatih olahraga gulat, bukan submission wrestling yang saya tekuni sekarang. Siapa tau ada teman-teman yang mengetahui sasana latihan gulat di makassar, tolong ditulis di kolom komentar ya..

Mungkin itu dulu beberapa pelajaran yang bisa kami sajikan malam ini, insya Alloh kami akan lanjutkan di lain waktu..

Tuesday, December 17, 2013

Makan itu Jurus!!


Bismillah. Tak terasa si bayi 'Abdulloh anak kedua-ku telah berusia tiga bulan (kurang satu hari) dan Alhamdulillah sampai sekarang mama-nya masih konsisten untuk memberinya ASI ekslusif, minuman ajaib penuh manfaat, bahkan manfaatnya mengalahkan susu pabrikan yang berharga ratusan ribu per kaleng. Konon kabarnya, bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif daya tahan tubuhnya lebih kuat dari bayi yang mengkonsumsi susu kalengan, demikian pula sistem pencernaannya, bayi ASI ekslusif sistem pencernaannya melebihi bayi susu formula. 

Tapi namanya juga bayi, sebagus apapun pencernaannya belum cocok untuk mengkonsumsi makanan padat, bubur pun belum bisa. Terlalu terburu-buru mencekoki anak dengan makanan sebergizi apapun makanan tersebut, bisa menyebabkan rusaknya pencernaan anak. Belum cocok gitu loooh.. Sama halnya dalam belajar beladiri, harus bertahap, perlahan-lahan, mulai dari dasar. Dalam perjalanan beladiri saya, sewaktu masih latihan sampai kini saat sudah melatih -Alhamdulillah- pelajaran disajikan secara bertahap. Mulai dari kuda-kuda alias fighting stance, cara melangkah, menahan serangan dan seterusnya.  

Sama seperti pencernaan bayi yang akan rusak kalau langsung disajikan makanan berat, orang yang baru belajar beladiri-pun akan gagal jika di awal-awal kali belajar langsung disajikan pelajaran yang berat-berat. Royce gracie mungkin tidak akan sejago sekarang jika di awal latihan BJJ-nya langsung dipaksa belajar flying armbar.  

Tapi yang disayangkan, sebagian guru yang mungkin kita alami atau kita dengar cerita-nya dari sebagian praktisi terlalu terburu-buru dalam mengajarkan muridnya, ingin cepat melihat hasilnya. Boro-boro mau melihat hasilnya, malah yang ada bisa menjatuhkan muridnya ke dalam bahaya. Orang-orang yang mungkin cara melangkahnya saja belum beres, jarak tembaknya masih kacau sudah diajari macam-macam, cara menghadapi penyerang yang menggunakan senjata tajamlah, cara merebut golok-lah, cara menghadapi keroyokan-lah dan banyak lagi hal-hal yang tidak cocok untuk pemula. Bisa dibayangkan seorang murid yang overpede, baru sebulan, dua bulan belajar beladiri, tiba-tiba harus menghadapi preman yang bersenjata tajam. Kira-kira apa yang terjadi?? Apakah sang guru mau menanggung biaya rumah sakit muridnya yang overpede tersebut?? Kira-kira berani nggak dia menemui orang tua muridnya untuk menjelaskan kesalahan metodenya dalam mengajar?? Pelan-pelanlah, woles aja.. Insya Alloh seiring dengan perguliran waktu dan latihan yang konsisten, engkau akan melihat hasil dari pelatihanmu. Tapi ingat, semua ada tahapannya. Mudah-mudahan bermanfaat..

Sunday, December 15, 2013

Hanya karena HP??

Hanya karena HP??

Bismillah.
Hati bagai tersayat, kepala bagai kejatuhan atap dan berbagai macam konspirasi hati yang lain mungkin menimpa saya jika mengalami kejadian seperti yang dialami teman lama saya. Setelah sekian lama tak sempat saling curhat dan bertukar cerita, hari itu seorang kawan lama menceritakan kejadian yang baru saja dia alami di tempat dia mengabdi sebagai guru. Murid-murid yang sudah sekian lama dia bina, ditunjukkan berbagai jalan kebaikan, diperingatkan dari berbagai hal yang mengundang kemurkaan Alloh, tiba-tiba berubah menjadi beringas, brutal ketika merasa "kesenangan" mereka direnggut.

Semua orang yang berakal sehat pastilah mengetahui besarnya dampak buruk handphone jika berada di tangan anak-anak yang belum matang pola berpikirnya. Pacaran via telpon, SMS-an dengan lawan jenis, menonton berbagai macam tontonan yang mengundang murka Alloh, mendengarkan lantunan seruling syaithon "musik" adalah segelintir perkara yang memaksa kawan saya tersebut dan beberapa tenaga pengajar lainnya menyimpan HP yang dikuasai oleh murid-murid. Bukan untuk menyiksa batin para murid, bukan untuk menghalangi mereka bersilaturrahmi dengan orang tuanya, tapi saya yakin bahwa niat kawan saya tersebut dan beberapa tenaga pengajar lainnya menyita telepon genggam dari para siswa adalah dalam rangka menjaga akhlaq mereka dari berbagai macam penyimpangan, memagari mereka dari berbagai hal yang dapat menjatuhkan para murid tersebut kedalam jurang kebinasaan dan lembah-lembah penyesalan.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, segelintir murid senior -yang harusnya menjadi teladan bagi para juniornya- berontak, mereka melawan bagai orang kesetanan. Walaupun ketika handphone mereka disita mereka tidak melakukan perlawanan fisik, dinding-dinding asrama siswa menjadi saksi bisu kebrutalan anak-anak kurang ajar tersebut. Lubang bekas hantaman di dinding tripleks mungkin bisa diperbaiki dengan ongkos yang tidak seberapa, tapi luka di hati seorang guru entah kapan akan kering?? 

Air susu dibalas air tuba, perjuangan para guru yang ingin melihat siswanya menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat dibalas dengan berbagai umpatan, cacian, tatapan sinis dan berbagai perbuatan tidak menyenangkan lainnya. Entah bagaimana perasaan teman saya dan rekan-rekannya, saya hanya bisa berdo'a agar Alloh menganugerahkan kepada mereka kesabaran dan memberkahi usaha mereka, serta memberi hidayah kepada para siswa agar bisa menjadi pribadi penebar manfaat, menjadi sebab tersebarnya keberkahan di bumi manapun yang mereka pijak. Amiin..

Di awal-awal perjalanan saya berkecimpung di dunia beladiri, mungkin saya agak heran dengan pernyataan salah seorang guru kun tao saya yang mengatakan bahwa tidak semua ilmu dan jurus yang seorang guru miliki akan dia ajarkan kepada muridnya. Paranoid, mungkin itulah cap saya kepada para guru yang masih berpikiran seperti itu. Tapi setelah mendengar kisah dari teman saya di awal tulisan ini, saya baru sadar mungkin itulah sebabnya para guru-guru silat dan beladiri lainnya lebih memilih membawa sebagian jurusnya ke liang lahat dibanding mewariskannya kepada orang yang tidak berhak.

Diakhir tulisan ini saya menasehatkan bagi diri saya pribadi dan semua orang yang belajar beladiri dan berbagai bidang ilmu lainnya, hormati guru-mu, hargai jasa-jasa mereka, berakhlaq-lah kepada mereka akhlaq yang baik. Mudah-mudahan dengan sebab tersebut, pintu-pintu kebaikan akan terbuka bagi kalian..


Saturday, December 14, 2013

Pelajaran Penting dari Cedera

Bismillah.
Tak terasa sudah hampir sepekan saya menepi dari aktivitas latihan fisik berhubung ankle saya masih cedera. Mungkin karena salah dalam melakukan gerakan dalam latihan fisik hari senin yang lalu sampai sekarang saya masih ragu untuk melanjutkan program latihan saya, takutnya kalau dipaksakan cederanya malah bertambah parah dan makin menambah panjang jadwal istirahat saya. 

Memang tidak salah peringatan yang dikedepankan oleh developer aplikasi latihan yang saya jalani sekarang, mereka menasehatkan agar sebelum memulai aktifitas latihan hendaknya kita mempelajari gerakan yang akan kita latih dengan seksama. Kadang detail dari gerakan yang kita anggap sepele bisa menyebabkan cedera pada bagian tubuh kita saat latihan. Hal yang sama berlaku dari orang yang latihan beladiri hanya bermodal menonton video instruksional, karena tidak ada pelatih yang langsung mengawasi proses latihan, kesalahan-kesalahan kecil dalam detail yang terus menerus kita ulang sehingga menjadi reflek kita bisa berakibat fatal ketika diaplikasikan dalam pertarungan jalanan. Contohnya ketika mengeksekusi americana shoulder lock dari posisi mount, bagian lengan lawan yang hendaknya kita pegang adalah pada posisi pergelangannya. Ini dimaksudkan untuk menghambat mobilitas lawan yang mencoba untuk berontak melepaskan diri, tapi ketika pegangan kita bergeser beberapa inchi saja, apakah bergesernya ke arah atas sehingga yang kita pegang adalah telapak tangannya atau bergesernya beberapa inchi ke bawah sehingga kita memegang lengan atasnya, kedua posisi yang salah ini bisa memberi dampak yang besar dalam pertarungan. Apakah kita harus mengeluarkan tenaga ekstra karena harus bekerja keras menahan tangan lawan atau lawan menjadi lebih mudah untuk melepaskan diri hanya karena posisi tangan kita yang bergeser beberapa inchi dari tempat yang seharusnya.. Ingat hanya be-be-ra-pa inchi, bisa memberi dampak yang besar dalam pertarungan.

Oleh karena itu, saya menasehatkan kepada diri saya pribadi dan kepada sidang pembaca seluruhnya, dalam bidang apapun yang anda jalani anda perlu memiliki pelatih, guru, mentor yang berkompeten yang bisa mengoreksi kesalahan-kesalahan yang anda lakukan. Baik dalam bidang beladiri, fitness, bisnis, apalagi dalam masalah agama anda perlu bimbingan guru yang berkualitas untuk melejitkan kemampuan dan keahlian anda..

Mudah-mudahan bermanfaat..

Friday, December 6, 2013

Pelajaran Beladiri dari Nyamuk

Cara dahsyat membunuh nyamuk..

Mungkin hampir setiap dari kita sangat terusik dengan keberadaan binatang kecil bernama nyamuk, jangankan gigitannya, suara desingannya ketika hilir mudik di dekat telinga kita saja kadang dirasa sangat mengganggu. Mungkin karena banyaknya yang sebel dengan binatang ini maka beberapa perusahaan memanfaatkannya dengan membuat berbagai macam alat untuk membunuh atau sekedar mengusir nyamuk. Mulai dari obat anti nyamuk bakar, hingga yang sekarang naik daun adalah raket nyamuk listrik (yang kadang penggunaannya menjadi pertanyaan di benak sebagian orang: halal atau haram? Karena kadang membunuh nyamuk dengan raket listrik ini menyebabkan nyamuk sampai terbakar, yang notabene membunuh atau menyiksa dengan cara membakar adalah perkara yang diharamkan dalam syariat kita. Tetapi setelah menanyakan kepada beberapa orang ustadz, mereka menjawab bahwa membunuh nyamuk dengan menggunakan raket listrik adalah perkara yang dibolehkan, karena hal tersebut tidak digolongkan kedalam perbuatan membakar, dan salah seorang ustadz kami menyarankan bahwa ketika memukul nyamuk dengan raket listrik, jangan sampai mendiamkan nyamuknya di raket sampai terbakar. Wallohu a'lam). Dan inilah mungkin salah satu hikmah diciptakannya nyamuk oleh Alloh, yaitu terbukanya lapangan kerja yang sangat luaaaaas. Betapa banyak karyawan yang bekerja di perusahaan obat anti nyamuk, perusahaan pembuat raket nyamuk, minyak telon anti nyamuk dsb yang bisa menghidupi keluarganya lewat perantaraan gaji yang mereka dapatkan dari perusahaan tersebut. Sungguh besar hikmah Alloh pada setiap perbuatan-Nya..

Pada malam ini kami coba menulis satu hubungan antara trik membunuh nyamuk dengan salah satu teknik membela diri. Coba kita coba memukul nyamuk yang baru saja hinggap di badan kita, kira-kira berapa persen tingkat keberhasilannya? Sekarang bandingkan dengan nyamuk yang kita biarkan sejenak, kita tunggu sampai dia menancapkan alat pengisapnya di kulit kita. Begitu dia sudah mulai mengisap (sekejap saja, jangan kelamaan), lalu kita pukul. Coba bandingkan tingkat keberhasilannya dengan kasus pertama tadi. Menurut pengalaman saya, tingkat keberhasilan trik kedua lebih besar dari kasus pertama (memukul nyamuk yang belum menghisap darah kita). 

Dari contoh diatas kita bisa mengambil kesimpulan tentang pentingnya counter attack, menyerang balik ketika lawan sementara sedang menyerang. Yang sering sparring pasti pernah merasakan hal ini ketika melawan orang yang cukup ahli. Ketika dia dalam posisi bertahan, kita pasti akan sulit memasukkan serangan kita, entah dia hindari atau dia block, tangkis. Beda halnya ketika dia sedang menyerang dan kita balas serangannya ketika dia lagi keasyikan menyerang, pasti dia akan sulit mengantisipasi serangan balasan yang kita lancarkan. Contoh ketika lawan memukul kita dengan pukulan jab, kita mengelak sedikit (slip) ke sisi luar tubuhnya sambil melancarkan jab ke tubuhnya lalu disusul dengan pukulan overhand. Contoh lain ketika lawan melancarkan pukulan swing (pukulan yang mungkin 80% dipakai oleh preman dalam perkelahian), kita menunduk untuk menghindari pukulan tersebut sambil melakukan double leg takedown. Dan banyak lagi contoh kasus yang mungkin lebih mudah dipahami jika dilakukan dalam latihan..

Mudah-mudahan bermanfaat..

Monday, November 25, 2013

"Toloooong!!!"

Bismillahirrohmanirrohim..

Siang tadi, setelah melaksanakan sholat zhuhur di mushollah salah satu instansi pemerintahan. Saya mendengar seorang pegawai memberi "kuliah" kepada rekannya tentang ciri-ciri atasan dan pemimpin yang baik. Dia mengatakan bahwa bahwa diantara ciri pemimpin yang baik adalah menghargai bawahannya, tidak segan menggunakan kata "tolong" ketika menyuruh bawahannya. Mendapat kata "minta tolong" sebelum disuruh -kata pegawai itu- lebih dia senangi ketimbang di beri uang tapi disuruh dengan cara kurang sopan.

Kata "tolong" meskipun ringkas dan kelihatan sepele tapi ternyata memberikan pengaruh yang besar terhadap kejiwaan orang yang kita suruh atau kita perintah.
Saya beri satu contoh ya, misalnya kita sedang berjalan-jalan di dekat gang yang agak sunyi dan tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menyeru kepada kita: Hei kamu, segera kesini!! Hadapi orang ini!! (Ceritanya bapak ini sedang digebuki oleh seorang preman).. Apa tindakan kita? Ya mungkin saja kita segera menolong karena kasihan, tapi mungkin juga tidak (ini bagi orang yang kurang perasaan iba dan kasih sayang dalam hatinya).. Bandingkan jika sang bapak yang digebuki tadi berteriak: "Toloooong!!" Kemungkinan besar kita sebagai senimanbeladiri akan segera bertindak menyelamatkan bapak tadi, atau paling tidak meminta bantuan lain untuk menolong bapak tersebut.
Dengan menggunakan kata "tolong" sebelum memberi perintah, orang yang kita mintai tolong akan merasa lebih dihargai dan dihormati sehingga dia pun akan melaksanakan apa yang kita perintahkan dengan perasaan lapang dan senang. Jadi, walaupun sepele jangan anggap remeh penggunaan kata yang satu ini..

Kalau artikel ini dirasa bermanfaat tolong di-share ya.. Hehe

Saturday, November 23, 2013

Beladiri dan Mata Sang Buah Hati

Tidak perlu mengadakan sensus dan tidak perlu mengundang lembaga survei, mungkin lebih dari  70% senimanbeladiri yang ada di planet bumi jika ditanya: Apa tujuannya belajar beladiri? Maka mereka akan menjawab, bahwa diantara tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi keluarganya..
Lalu kira-kira apa yang terbayang di benak anda, jika ada orang berlatih beladiri tapi malah membahayakan kesehatan anaknya, bahkan bisa membutakan mata anaknya sehingga menyebabkannya cacat seumur hidup dan tidak bisa lagi menikmati keindahan panorama dunia??
Ya, buta gara-gara bapak-nya lalai dalam latihan beladiri..
Kejadian mengerikan itu hampir saja menimpa saya ketika berlatih bersama beberapa teman sekitar sebulan yang lalu. Di akhir sesi latihan grappling di ruang tamu rumahku (saya memang kebanyakan berlatih di ruang tamu berhubung peserta yang aktif latihan jumlahnya bisa dihitung jari) saya mengajak seorang partner latihan saya untuk sparring, menguji pencapaian kami dalam latihan grappling beberapa bulan terakhir ini. Setelah beberapa menit berlalu, tiba-tiba anakku Nabilah (usia 3 tahun) berlari dari arah dalam rumah menuju ke ruang tamu dan menabrak kaki kawan saya. Nabilah lalu terjatuh ke depan sehingga menabrak sudut meja yang agak tajam. Sparring langsung saya hentikan, saya segera mengambil Nabilah yang meraung-raung kesakitan sambil memegang matanya. Segera saya panggil keluarga yang berprofesi sebagai perawat untuk melihat mata buah hatiku. Karena, tangisannya semakin menjadi-jadi saya lalu mengangkat anak seberat sekitar 20 kilo tersebut ke kamar mama-ku untuk diperiksa lebih lanjut (Alhamdulillah karna mama saya juga orang kesehatan). Setelah diperiksa beberapa saat barulah perasaan seperti kejatuhan atap tersebut hilang dari dada saya, Alhamdulillah tidak terjadi apa2 pada mata Nabilah sang anak yang lucu -sebagaimana dia pernah mendefinisikan tentang dirinya-. Setelah itu barulah saya kembali menemui teman-teman yang masih menunggu dengan cemas di tempat latihan.

Cukuplah kejadian yang mendebarkan ini menjadi pelajaran bagi saya untuk berhati-hati ketika latihan beladiri, bukan hanya teman latihan, orang di sekitar tempat latihanpun bisa terkena dampaknya jika kita sembrono dalam latihan. Usahakan daerah latihan kita steril dari anak-anak atau siapapun yang bisa terkena bahaya. Atau kalaupun tidak bisa dihindarkan (kebetulan anak saya Nabilah-pun memang sering ikut latihan bersama kami) maka hendaknya anak tersebut di jaga, di beri perhatian ekstra ketika kita melakukan gerakan yang berat untuk di kontrol contohnya ketika sparring (seperti kejadian di atas) atau ketika latihan beban yang menggunakan gerakan yang cenderung "liar" seperti ketika melakukan kettlebell swing (mungkin kita tidak bisa membayangkan besarnya kehancuran yang ditimbulkan ketika kita mengayun kettlebell seberat 16 kg dan anak kita tiba-tiba lewat di depan kita).

Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.. Barokallohu fiikum

Monday, December 24, 2012

Pendekar, Penjaga Toilet dan Segepok Uang Recehan

Bismillah.
Assalaamu 'alaikum, sidang pembaca sekalian yg mdh2an senantiasa sehat dan menebar manfaat. Di sore yg sejuk ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman yg saya alami siang tadi, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kawan-kawan sekalian.

Siang tadi, saya berkesempatan untuk jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di jantung kota makassar, bukan sekedar jalan-jalan kosong atau cuci mata (saya heran juga kenapa jalan-jalan di Mall atau supermarket diistilahkan orang dengan cuci mata? Padahal dari pengalaman setiap ke Mall yang ada kita malah mengotori mata dan hati kita dengan memandang banyak perkara yang tidak layak untuk kita pandang) tapi tujuan awal saya untuk mengambil salah satu "senjata" saya yang sudah lama saya "parkir" di pusat perbelanjaan tersebut. Bukan AK-47 atau gurka's kukri, yang saya maksud "senjata" adalah Blackberry saya yang beberapa bulan lalu "diuji" ketahanannya oleh Nabilah (sang buah hati) dengan di celup ke gelas yang berisi air, jadilah Blackberry -hadiah dari adikku arif- tersebut harus berhenti sementara dari "tugas mulianya", menghasilkan uang dan menjadi "senjata" bagiku dalam menebar dakwah dan kebaikan.

Karena ketika sampai disana sudah masuk waktu Zhuhur, maka sebagai muslim sayapun berniat (dan beraksi) untuk ke musholla yang disediakan di Mall tersebut. Sebelum ke musholla saya singgah terlebih dulu ke toilet untuk membuang hajat (agar tidak mengganggu kekhusyuan ketika beribadah kepada Sang Pencipta Alam Semesta).

 Ketika di toilet saya menyodorkan uang 5 ribuan kepada si penjaga toilet, si penjaga toilet enggan menerima sodoran uang tersebut dan malah meminta uang pas, dengan dalih enggak ada uang kembalian, yang ada cuman uang recehan (yang mungkin kebanyakan orang, tidak rela ketika uang besarnya ditukar dengan uang recehan). Tidak berselang beberapa lama sayapun mengambil segepok uang recehan dari si penjaga toilet, dari pada repot kesana kemari yang malah berpotensi mengakibatkan saya telat sholat Zhuhur. Sekitar 2 detik setelah saya menerima segepok recehan tersebut, si penjaga toilet tersebut berkata kepada temannya (yang dari dialognyalah akhirnya saya tergerak untuk kembali memposting artikel di blog ini) yg kurang lebih ucapannya: orang ini baik, dia tidak protes (atau marah) ketika diberi kembalian dengan uang recehan.
Saya tidak menyangka tindakan saya tidak memprotes ketika diberi kembalian dengan uang recehan (yang bagi saya, saya anggap sebagai suatu perkara yang biasa saja) ternyata dianggap sebagai bentuk kebaikan, dianggap sebagai bentuk keramah tamahan oleh si  penjaga toilet.

Oleh karena itu, melalui tulisan saya kali ini, saya mengajak kepada seluruh makhluk yang Alloh gerakkan hatinya untuk membaca tulisan saya sampai paragraf ini -mudah2an Alloh memberkahi kalian- hendaknya kalian senantiasa menyikapi keadaan apapun dalam kehidupan kalian dengan sifat positif, dengan sifat keramah-tamahan (yg notabene ini merupakan ciri orang Indonesia sebagaimana yang dijelaskan oleh guru2 kalian ketika kalian masih mengenakan seragam putih-merah, bahkan ramah-tamah adalah ciri dari umat Islam), hendaknya kalian menyikapi hal apapun yang terjadi dalam keseharian kalian dengan akhlaq yang mulia, sikap yang terbaik, dengan sikap yang kalian harapkan bisa menjadi pemberat timbangan kalian di akhirat kelak, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Alloh Yang Maha Perkasa. Karena sebuah perbuatan kadang bagi kita adalah perkara yang kita anggap biasa-biasa saja, ternyata perbuatan tersebut sangat berkesan di hati orang lain, yang mungkin saja dari kesan yang timbul di hatinya bisa jadi lisannya tergerak untuk mendo'akan kebaikan bagi kita dan keluarga kita. Dari kisah ini hendaknya kita mencerna ulang wejangan dan nasehat dari sebaik-baik manusia yang Alloh ciptakan, Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam (yang maknanya): Janganlah kalian menganggap remeh sebuah kebaikan, sekecil apapun, walaupun hanya bertemu dengan saudara kalian dengan wajah yang berseri-seri.

Mudah-mudahan tulisan yang ringkas ini bisa menjadi inspirasi bagi sidang pembaca sekalian.Dan bisa menjadi sebab keberkahan bagi kita, dimana saja kita berada. Amiin






Wednesday, November 7, 2012

Rickson Gracie interview on modern BJJ

Artikel ini kami copy dari blog Matt Thornton founder SBG. Bagaimana pandangan Rickson Gracie tentang MMA modern, silahkan disimak:

As many SBGr’s may know, the ideas of SBG founder Matt Thornton’s first Brazilian Jiu Jitsu coach Rickson Gracie, have played a large role in shaping the philosophy of our organization.
Here are a few links to some recent Rickson interviews:
 
In my opinion, that’s something that downgrades the image of martial arts. It’s something I just don’t believe is a reference for kids….Today, MMA has simply turned into a circus, extreme, violent, and sensationalist, which only attracts people who like barbarianism and all that blood…My philosophy is to bring to Jiu-Jitsu, for those interested in martial arts, a transparent philosophy, one where he can apply it to defend himself. One he can use to teach to his children, so that his son becomes a better person within society, whether he’s a doctor or a fighter with balance, with force, with dignity, and with respect. That’s my life’s motivation. It’s not to make one, two, or five million dollars, to stick my face out there, just to be part of a circus, which doesn’t mean a thing to me…….I think MMA is just a Roman arena today, where people go to see heads roll, blood spill, whatever, and everyone applauds. In fact, you’re creating an environment there where you’re setting a bad example for young people. Because those who think that being an MMA champion, besides the money, means something are totally mistaken. Everybody likes to watch Mike Tyson, but nobody wants to be like Mike Tyson or be his student. Everybody likes to watch Frank Mir or Brock Lesnar, but everyone sees these guys’ weaknesses, while at the same time they think these guys are incredible. So I don’t think that’s what it’s all about. One lacks humility, the other has no respect for others.“     -Rickson Gracie

Saturday, September 1, 2012

Thursday, March 1, 2012

Satu lagi, cerita ttg resiko melawan penyerang bersenjata tajam

Artikel ini saya copy dari porstingan mas Joe Ueno (Self Defense Indonesia) di salah satu forum beladiri di salah satu social network, mdh2an bermanfaat..
Satu lagi cerita tentang resiko tangan kosong vs. senjata tajam pisau.
Diberitakan bulan lalu, mantan atlit veteran UFC Guy Mezger sempat membantu wanita yang sedang berkelahi dengan pacarnya. Wanita tsb kemudian di dorong jatuh ke tanah sambil di maki-maki oleh sang pacar; hingga akhirnya Guy meminta agar sang pacar menghentikan aksinya. Termakan oleh nafsu amarah; laki-laki itu langsung menyerang Guy dan dibuat KO, namun tak lama setelah ia jatuh ia mengeluarkan pisau dan menyerang kembali, hingga dibuat KO kembali oleh Guy yang tidak menyadari tangan nya luka akibat sabetan pisau.
Kejadian ini mengingatkan beberapa prinsip penting:
1. Siap mempertahankan diri/ membela diri jika melibatkan diri sebagai penengah dalam "Third party protection" - setelah membaca situasi terlebih dahulu.
2. Jangan lengah sedikitpun walah lawan sudah KO (cerita tentang lawan yang bangun kembali walau sudah di KO dua atau tiga kali berturut-turut sering terjadi di fight jalanan).
3. Perhatikan tangan lawan karena: senjata tajam, senpi dan improvisasi dipegang oleh tangan aktif (yang menyerang).
4. Seringkali di bawah tekanan adrenaline luka tidak terasa, biasakan untuk lakukan apa yang disebut "bodycheck" (setelah ancaman ter netralisir) untuk memeriksa apakah ada luka memar atau lainnya yang perlu segera dirawat dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
5. Menghadapi senjata tajam usahakan jangan tangan kosong kecuali ada disparasi fisik, teknik, mental atau kondisi lainnya yang memberikan keunggulan ke pihak yang bertahan. (Perlu di catat bahwa Guy Mezger adalah veteran tarung UFC dengan kemampuan stand up yang diatas rata-rata orang awam, berat dia adalah 105 kilogram sedang lawan nya 75 kilogram. Perbedaaan berat badan lebih dari 10 kilogram memberikan keunggulan fisik ke Guy Mezger, ditambah lagi pengalaman bertanding dan lainnya yang juga merupakan unggulan mental bagi Guy).
Semoga bermanfaat sharing nya teman-teman.
Be safe
Ueno

Saturday, January 7, 2012

Cara mempersiapkan Mouth guard

Dalam berlatih beladiri, sy sangat menyarankan utk menggunakan mouth guard (terutama ketika sparring), karna slain utk melindungi gigi kita dari benturan, konon kabarnya mouth guard juga mengurangi resiko gegar otak ketika berlatih.

Pada postingan kali ini, saya berikan beberapa link video utk mempersiapkan mouth guard.
Video I
Video II

Mudah2an bermanfaat :)

Monday, December 19, 2011

Stick Defense: Baton dan Pertimbangannya dalam Self Defense


Salam pendekar!


Kasus penggunaan tongkat/ baton/ stick pendek dalam keadaan nyata belum lama ini sempet terdokumentasikan oleh kantor berita AP dimana pada bulan April lalu, seorang gadis yang berusia 17 tahun hampir menjadi korban perampokan saat berjalan pulang seusai latihan marching band.

Hanya dengan bermodalkan insting "survival" dan gerakan-gerakan motorik kasar yang agresif, ia berhasil menetralisir kedua pria yang merampoknya dengan menggunakan baton marching bandnya sehingga memberikan peluang untuk lari dan meminta bantuan warga sekitar.

Efektifitas Baton

Sebagai senjata improvisasi atau yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai "improvised weapons" tongkat pendek atau baton mempunyai fungsi yang baik dan efektif sebagai impact weapon, force multiplier, distance controlling, control and restrain aid, and knife disarming.

Bukan tanpa alasan pihak kepolisan, penegak keamanan maupun satuan security sering kali membawa baton sebagai tools untuk mendukung tugas mereka sehari-hari.

Dari sekian tipe dan jenis baton adapun beberapa jenis yang saya rekomendasikan, selain memiliki kegunaan taktis yang baik, design baton juga cukup praktis dan kuat untuk digunakan atau dibawa dalam keadaan sehari-hari (although untuk yang satu ini ada baiknya anda berkonsultasi dahulu mengenai legalitas nya sesuai dengan yurisdiksi masing-masing).

No one size fits all rule

Penting untuk di ingat bahwa karena bedanya ukuran, besar, dan preferensi masing-masing individu; ukuran baton yang ideal bagi setiap orang relatif berbeda. Jadi hindari approach:
One size fits all, seperti baton kayu atau karet sintetis yang di wajibkan setiap anggota LAPD di sekitar tahun 60 - 80 an yang juga sering digunakan juga oleh satuan keamanan lokal.

Variasi ukuran yang available setahu saya ada dari ukuran 16"-31"namun untuk tactical purpose atau maksud taktis adapun ukuran yang di rekomen yaitu 19" - 22"

Pemilihan baton

Dalam memilih baton, pengalaman saya pribadi proses pemilihan baton juga mirip dengan pemilihan senpi laras pendek atau pisau untuk pertahanan diri sehingga adapun beberapa pertanyaan atau faktor yang perlu dipertimbangkan seperti:

Hitting power
Multiple strike capacity
Quick retract
Weight
Size
Maintenance
Concealed carry

Jawaban-jawaban di atas umumnya adalah jawaban dari perspektif pribadi sehingga lagi-lagi setiap individu pasti akan berbeda jawaban nya, although as a general rule the answers must revolve around (STATES):

Carrier's size, training, assignment, experience and strength.

Khusus untuk individu yang badan nya kecil atau untuk wanita saya lebih merekomendasikan baton dengan ukuran yang pendek, namun tetap dalam range 19" untuk memberi distancing yang baik jika memang harus digunakan dalam keadaan taktis.

The Three Kings

Dari sekian banyaknya baton, pilihan saya sejauh ini jatuh ke tiga tipe yang menurut saya secara kualitas mereka bisa diandalkan dan cukup tahan banting yaitu:

- American Security Procedures
- MLP Inc
- dan terakhir PeaceKeeper RCB atau (Rapid Containment Baton); khusus untuk yang satu ini menurut saya stopping powernya sangat baik namun dibandingkan dengan yang lain berat baton ini sedikit atau relatif lebih berat. Sehingga untuk individu yang badannya kecil, mungkin tidak akan begitu menyukai tipe ini, walaupun striking powernya lagi-lagi cukup menghentak!


Summary

Sebagai defensive tools dalam konteks pertahanan diri, penggunaan baton mempunyai fungsi yang apabila didukung dengan training yang baik sangat mendukung efektifitas dalam menangkal serangan atau menetralisir lawan.

Namun perlu di ingat bahwa at the end of the day, baton hanyalah tools dan prinsip carrier skill dan mentalitas; adalah lebih penting dibandingkan rasa ketergantungan atau dependancy ke satu tool yang dalam keadaan dinamis sering kali tidak bisa berjalan smooth layaknya saat latihan.

Be safe

Artikel ini saya copy (dan sebelumx sy sdh minta izin) dari blog Mas Joe Ueno, mdh2an bermanfaat

Article of the month: Tapping Technique

There's some quotes about Tapping in BJJ such as:

"Tap or Nap"

"Tap or Snap"


The normal way you signal a submission is being submitted in Brazilian Jiu-Jitsu is to tap your opponent three times or more.

The important thing that you have to note down about tapping is:

  • When you tap, make sure you do it hard enough to any of your partner body, so your partner can feel it (this is more recommended);
  • Or tap yourself or the mat where they can see and/or hear it;
  • Or verbally tap by saying “Tap!”;
  • Or loudly tap the mat with your foot so they can hear it.

Likewise, the person who applying the techniques, be aware of your training partner tapping and stop whatever you are doing when he does so. Do ALLOW your training partner to tap when you're applying submission.

I'm bolding the "allow" word because most of the time, there's a monster that called EGO blocking your mind to do more safe training.

Why?

Because it's hard to find a good training partner to develop your techniques, so take care your training partner.

Tapping is just part of training and there is no shame in it. Don’t worry about winning or losing. Just try the techniques you’ve learned to the best of your ability and tap when you need to, ideally far before it hurts. So you can still training BJJ in the next class.

By:

Budi Wibowo

Synergy Brazilian Jiu-Jitsu

Friday, December 9, 2011

Untukmu Para Polisi


Lagi2 dpt info bermanfaat dari status Michael Jen, karna besarx manfaat video ini maka sy masukkan ke blog saya, mdh2an bermanfaat utk bapak2 polisi, penjaga keamanan lainxadan masyarakat pd umumx.

Knapa sy khususkan judulx utk para polisi?
Selain karna di video ini yg jadi contoh kasus adalah para polisi, juga sebagai rasa trima kasih sy kpd Bapak2 Polisi yg senantiasa mengatur lalu lintas shingga kemacetan dapat dihindari, pengemudi ugal-ugalan pun takut utk berbuat semaux, yg salah satu sebabx adalah adax Bapak2 dari kepolisian yg bertugas utk mengatur lalu lintas.
Juga sbg rasa terima kasih sy atas kerja keras polisi, memberikan rasa aman kpd kita dlm bentuk pemberantasan para teroris khawarij. Tidak dairagukan lagi, bahwa berkurangx terorisme di Indonesia adalah salah satu bentuk keutamaan dari Alloh, kemudian atas jasa2 dan usaha dari Pihak Kepolisian.

Jadi, mdh2an video ini bisa bermanfaat bagi para polisi dan masyarakat pd umumnya..

Klik link berikut: Don't underestimate the knife

Di akhir artikel ini sy juga menghaturkan banyak terima kasih kpd guru saya bpk Ucok Nasution (beliau juga adalah salah seorang aaparat kepolisian), atas keutamaan dari Alloh, kemudian bimbingan beliaulah sehingga saya berkembang pesat dlm latihan beladiri saya :)

Mugger Beatdown

Awalx artikel ini sy dpt linkx dari seorg "teman" saya di facebook. Beliau adalah salah satu BJJ black belt yg pernah berkunjung ke Indonesia, Michael Jen.

Karena menarik maka artikel ini sy masukkan ke blog sy dahsyat ini :)
Semoga artikel ini bisa menjadi "bahan bakar" kita utk semakin rajin berlatih..

Mugger picks wrong victim: MMA fighter

“Justin” is 6 feet 2, 250 pounds, with a build that looks like it could split open a suit jacket during a particularly violent sneeze.

But the mixed martial arts expert from Des Plaines insists it was his “training,” not brawn, that allowed him to wrench a loaded pistol from the hand of an alleged mugger who had the weapon pointed at his chest Friday night on the Southwest Side.

“I don’t feel like a hero,” said Justin, who did not want his last name used. “Training matters. If you’re well trained, you have a chance to survive.”

Anthony Miranda’s bruised and battered face — and Justin’s unblemished, chiseled one — leaves no doubt about who came out the victor in the encounter.

On Sunday, Miranda, a 24-year-old convicted felon, was ordered held on $350,000 bond, following a hearing at the 26th and California courthouse. He is charged with armed robbery and aggravated discharge of a firearm in the alleged attack. Police say Miranda shot his own ankle during the struggle with the gun.

Justin, who says he hails from Romania, was happy to talk about the encounter, which he said happened around 11:30 p.m. while he was waiting in his parked car for a buddy to arrive. Justin made it clear there would no photographs taken during this interview — not even one that showed only his torso.

Justin said Miranda originally approached him and asked if he could have a light for a cigarette. Justin replied that he does not smoke. That’s when Miranda pulled out a gun and shoved it against the side of his head, Justin said.

“He asked me for my wallet, for my phone and my keys,” Justin explained. “I told him I don’t have a wallet, I only have cash. He cursed me — like ‘m-----f-----.’”

Justin said he handed over the $30 in cash he had stuffed in a his car’s cup holder, but Miranda was not satisfied, Justin said.

“At that moment, he backs up the gun and he racks it,” Justin recalled. “The gun jammed. He racked it a second time. He ejected the bullet on the ground. He went down and grabbed the bullet and said, ‘Look, m-----f-----, it’s a hollow point. I’ll blow your brains out.’”

That’s when Miranda ordered him out of the car, Justin said.

Justin said he looked at the man facing him, pistol pointing at his chest, and was pretty certain he was about to take a bullet.

“I wasn’t scared because I’m trained,” Justin explained.

Justin then demonstrated to a reporter the sudden, rather effective maneuver that disarmed his attacker.

“The round went off,” Justin continued. “I put him down to the ground. He was fighting. He didn’t want to give up.”

But at the same time, Justin said: “He was begging me to let him go. He said he has a baby.”

Justin then kept his attacker collared until police arrived.

Asked about his training, Justin offered only vague hints at his background: “Former military,” “high-risk training,” “Hostage rescue.”

He said he makes a living in a variety of ways: “Sometimes I do clubs. I do close protection.”

Monday, November 28, 2011

Cara belajar dari org yg levelx di bawah kita

Alhamdulillah, di hari yg cerah ini sy kembali sempat utk berbagi cerita dan pengalaman dgn teman2 skalian. Dlm latihan kemarin utk pertama kalix sy tdk bisa keluar/escape dari posisi sulit (dlm hal ini side mount) dari salah seorang murid saya yg baru blajar ground fighting skiatar 2 bulan, ktika sedang sparring posisi (how to escape from bad position). Semua teori yg sy ketahui coba sy praktekkan, tapi hasilx tetap nihil. Walaupun sy gagal escape dlm latihan kemarin saya tdk mau membela diri dgn beralasan: "kemarin kan sy latihan dgn pake Gi, shingga lepasx lebih sulit.." atau "wajar saja sy tdk bisa lepas, dia kan datangx agak telat telat, sehingga staminax lebih dari saya.." dsb, dsb..

Ya saya cuman bisa bilang Alhamdulillah, murid saya sdh berkembang, semakin berkembang dia maka insya Alloh smakin pesat pula perkembangan saya. Semakin bagus dan hebat teman latihan kita, maka insya Alloh semakin banyak pula pelajaran dan pengalaman yg kita dapat ketika latihan.
Hasil dari latihan kemarin harus saya jadikan pelecut utk berlatih lebih keras dan lebih cerdas dari sebelumx.

Tetap semangat dan jgn pernah menyerah :)

Friday, November 25, 2011

JJ Machado in action

Beberapa video pertandingan BJJ Jean Jacquez Machado

JJ Machado vs Roy Harris

JJ Machado vs Yuki Nakai

JJ Machado vs Wallid Ismail

Tips mengatasi bengkak/memar

Alhamdulillah setelah beberapa hari sy tdk bisa masuk ke blog saya utk bagi2 pengalaman karna jaringan internet ada gangguan, hari ini sy kembali menyempatkan jari2 saya berkeliaran di keyboard utk berbagi cerita dgn teman2 :)

Dlm sesi latihan saya hari ahad lalu bersama teman2 pengurus ma'had Al-Ihsan dan warga sekitar pondok pesantren, tanpa bermaksud utk mencederai, kaki seorang ikhwan mendarat di bagian wajah saya yg mengakibatkan bengkak. Walaupun tdk terlalu parah, tapi bengkak tsb cukup mengganggu aktifitas karna utk nengok jadi sulit dan kalo dibiarkan akan menjadi penghambat saya dlm sesi latihan berikutx..

Setelah membuka buku penanganan cedera, akhirx saya dapatkan tips utk menagatasi bengkak atau memar pada hari pertama adalah dgn cara dikompres dgn air dingin (dlm hal ini bengkak tersebut sy kompres dgn kain yg terlebih dahulu saya siram dgn air dingin). Dan Alhamdulillah, berhaasil.. Bengkak tsb sdh mereda di hari berikutx..

Mdh2an tips ini bermanfaat abagi teman2 skalian :)